5 Larangan Baru untuk Taksi Online

35
Istimewa

GerbangDunia.com – Kementrian perhubungan (Kemenhub) bersama pihak terkait telah menyelesaikan rumusan revisi peraturan Kemenhub Nomor 26 Tahun 2017. ada sembilan hal dalam rumusan tersebut.

Diantaranya Peran perusahaan berbasis teknologi informasi (aplikator) dalam bidang transportasi darat. Dalam revisi ini ada beberapa larangan yang di tujukan pada aplikator dalam oprasinya.

Pertama, aplikator tidak di perbolehkan memberikan layanan aplikasi kepada perusahaan angkutatan umum yang tidak atau belum memiliki izin penyelenggaraan ankutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek,kedua, memberi akses layanan aplikasi kepada perorangan,tiga merekrut pengemudi.keempat menetapkan tarif, kelima memberikan promosi tarif di bawah tarif batas bawah yang telah ditetapkan.

“Ini berjalan panjang dari online sejak dari Menko Polhukam ke Maritim. Sebulan kami bentuk kelompok kerja, seminggu tim bekerja terdiri dari online, Organda, Kepolisian, kami rumuskan tarif, wilayah operasi, kuota, kita bicarakan dengan sanksinya,” ujar Mentri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurutnya, hal lain yang juga diatur dalam rumusan revisi ini adalah tarif batas atas dan batas bawah, wilayah operasi, kuota hingga sanksi yang diberikan.

Revisi tersebut akan diberlakukan pada 1 November 2017. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menuturkan, rancangan ini akan diuji publik di lima kota besar Indonesia sebelum diterbitkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here